Juni 14, 2014

mulai dari awal

Akhirnya jumpa lagi dengan have you ever known me before....
Sekian tahun meninggalkan dunia blogging tak serta merta membuat saya mengetahui arti judul blog saya ini.
Apa anda pernah mengenal saya sebelumnya ?
Kurang lebih begitu...
Mungkin agar judul ini menjadi relevan harusnya saya lebih sering lagi mengisinya mengenai apa apa yg dapat membuat mereka yang sudah berbaik hati mau meluangkan waktu meski hanya untuk sekedar mengintip blog saya...
Terimakasih untuk teman teman yg lebih senior dalam mengelola blog karna kalian telah mengingatkan saya kembali pada dunia yang satu ini...

November 14, 2012

15-11-12



Mengenal diri sendiri tak semudah membaca biografi tokoh yang tak perlu bertemu orangnya kita bisa tau sedikit banyak tentang pola pikirnya. Tak semudah menentukan watak tokoh dalam cerita yang selalu diajarkan saat SMA dalam materi unsur intrinsik dan ekstrinsik. Mengenali diri sendiri butuh pembelajaran seumur hidup. Setidaknya itulah kesadaraan tertinggiku tentang usahaku mengenali diri sendiri.

Tak pernah ku persalahkan orang - orang yang bilang bahwa aku sulit untuk dimengerti, karna bagiku memang seperti itu.

Mempelajari ilmu astrologi, membaca tanggal lahir, hari lahir sampai arti nama untuk mengetahui watakku yang sesungguhnya justru tambah memperumit segalamya. Lahir di hari sabtu tepatnya sabtu pahing pada tanggal tujuh belas dengan golongan darah B dan nama Anastasia Yuli Triana memperoleh hasil kalau watakku menurut mereka adalah hemat tapi boros, ramah tapi jutek, rajin tapi malas, suka bergaul tapi suka menyendiri, dan lain - lain dan sebagainya yang berkontradiksi (bisa panjang kalau diteruskan, mending kalau ada gunanya, intinya ya begitulah)

Jangan salahkan diri anda jikalau tiba - tiba saya berubah 180 derajat, mungkin tidak se ekstrim itu, 110 derajat, itu tidak melulu karna saya tidak suka lagi atau anda punya salah kepada saya, bisa jadi karena memang sudah waktunya bagi diri saya yang lain untuk berperan.


Mencoba beradaptasi pada setiap keadaan, untuk sjenak aku bisa merasa nyaman, lalu ketika diriku yang lain jengah dan berontak, aku kembali pada diriku sendiri yang tidak dimengerti oleh siapapun. Bahkan tidak oleh diriku yang sedang menulis entri ini...

Terkadang sisi itu lenyap, menyisakan kerinduan untuk bisa merasakan pemikiran - pemikiran yang tak dapat kupikirkan sekarang. Sisi dimana aku bisa begitu nyaman tanpa terpengaruh apapun, tana peduli apa yang akan terjadi, hanya percaya apapun yang terjadi adalah yang terbaik.


Jika bisa aku ingin menjadi seperti diriku yang satu itu. Yang tak peduli apa akan menyakitkan atau mencederai, yang hanya berpikir coba dulu kalu gagal yang penting hepi. Yang mampu dengan tegas menolak setiap pemikiran yang tidak sesuai dengan prinsip pribadi, yang menolak dipaksa untuk alasan apapun karena tidak sesuai dengan diri sendiri, yang menerima setiap tantangan dengan semangat tanpa takut resiko, yang berpikir hidup ini hanya sementara segala penderitaan hanyalah pemanis, yang selalu tersenyum ketika mendapat kesialan sambil berpikir tidak semua orang punya kesialan yang sama dengan yang aku alami, yang selalu tenang menghadapi cibiran atau omongn - omongan orang - orang yang merasa tidak puas, yang hanya mengamati dengan pemakluman penuh ketika orang lain memaksa untuk ini itu demi penilaian yang lebih baik. Semua itu menenangkan, melapas semua beban, tanpa perlu berpikir ada jalan yang lebih baik karena hidup selalu menunjukan jalan yang terbaik. Jika saja bisa.

Mei 10, 2012

learn from the tree


Daun yang jatuh,
 tak pernah membenci angin yang menerjangnya.
Ia tau bahwa hidup harus diterima
Dengan penerimaan yang indah

Bunga yang gugur,
Tak pernah membenci matahari yang membuatnya kering
Ia tau bahwa hidup harus dipahami dengan pemahaman yang benar

Batang yang menjadi kayu,
Tak pernah membenci mereka yang menebangnya,
Ia tau hidup adalah siklus, dan harus dilalui dengan hati yang ikhlas

Tak peduli lewat cara apa daun itu jatuh, bunga itu gugur, dan batang itu ditebang,
Meski lewat peristiwa yang menyakitkan sekalipun,
Mereka selalu tau,
Kesedihan yang mereka alami adalah tiket menuju sebuah kebahagiaan
Tunas – tunas baru
Buah yang akan tumbuh
Dan menjadi tanaman baru